Wednesday, 8 May 2013

[Cerita] Nabang Si Penunggang Paus

Cerita has posted a new item, 'Nabang Si Penunggang Paus'



Pada suatu masa saat pulauPulau Kakak-Beradik. Read more ... AndalasNaga
Sabang dan Dua Raksasa Seulawah. Read more ... dipimpin oleh Sultan Alam,
datanglah raja dari Negeri Penyu bernama Si Meulu, menjumpai Sultan Alam, Sultan
Alam yang perkasa, hamba datang ke isatana tuan untuk mengadukan permasalahan
yang sedang kami hadapi, jelas Raja penyu Si Meulu dengan air mata berlinang.
Wahai Raja Penyu sahabatku sampaikanlah apa yang menyebabkan engkau gelisah dan
bersedih, pinta Sultan Alam.
Negeri hamba, pulau penyu, sudah tidak aman lagi, seekor nagaKutukan Raja Pulau
Mintin. Read more ... raksasaDatu Kalaka. Read more ... bernama Smong telah
menyerang dan membunuh rakyat hamba, setiap hari ada korban yang jatuh, sebagian
rakyat hamba sudah mengungsi kepenjuru dunia karena khawatir akan dimangsa oleh
Smong si naga raksasa itu, jelas Raja Penyu sambil menangis.
Sultan Alam terpukul mendengar penderitaan rakyat dari kerajaanAsal Nama Kota
Indramayu. Read more ... penyu, beliau sangat sedih atas kejadian tersebut.
Sahabatku, aku akan membantu Kerajaan Penyu mengusir naga Smong tersebut, janji
Sultan Alam dengan suaraBuluh Perindu. Read more ... bergetar.
Tak lama kemudian Sultan Alam mengumpulkan para menteri dan panglima kesultanan
Alam dan menceritakan penderitaan Raja penyu Si Meulu dan rakyatnya di negeri
Penyu. Maka berdirilah seorang Panglima Laot dan berkata, Padukan Sultan Alam
Perkasa nan bijaksanaMencari Kebahagiaan. Read more ... , izinkan hamba
berbicara.
Silahkan Panglima Laot, Sultan mempersilahkan.
Sudah banyak laporan dari kapal dagang dan nelayan-nelayan dari Barus bahwasanya
mereka melihat makhluk raksasa dari kejauhan saat belayar, makhluk itu bila
bergerak menyebabkan gelombang yang tinggi, Jelas Panglima Laot.
Bagaimana cara kita mengusir makhluk tersebut Pang Laot?, Tanya Sultan Alam.


Hamba sudah berdiskusi dengan laksamana-laksaman angkatan lautAnak Kerang. Read
more ... kita, mereka semua ngeri mendekati perairan negeri Raja penyu Si
Meulu, beberapa nelayan telah melihat banyak penyu melarikan diri dari pulau itu
dengan tergesa-gesa, tambah Panglima Laot.
Tiba-tiba seorang pangeranPangeran Sarif. Read more ... dari Negeri Barus
berdiri, Yang Mulia Sultan Alam yang Perkasa, raja dari raja-raja negeri
Andalas, izinkan hamba pangeran dari Barus berbicara mewakili Ayahanda hamba.
Silahkan Ananda, putra raja dari negeri Barus, Sultan mempersilahkan.
Kalau Paduka berkenan, saya mengenal seorang bocah, putra dari seorang Laksamana
di Negeri hamba, ayahandanya telah lama hilang di laut, konon bocah tersebut
telah mengelilingi seluruh samudra untuk mencari Ayahandanya namun belum
berhasil menemukannya. Dia menguasai lautan lebih dari siapapun, kami
menyebutnya Nabang si penunggang paus, Jelas Pangeran dari Barus.
Namun hamba tidak tahu dimana keberadaan bocah tersebut saat ini, karena dia
hidupnya di laut dan selalu berpindah-pindah, tambah Pangeran dari Barus.
Lalu bagaimana kita mengenalinya?, Tanya Sultan Alam.
Apabila kita mendengar suara seruling yang sangat merdu namun menyayat hati
penuh kesedihan, itu tandanya bocah tersebut ada di sekitar daerah tersebut,
jelas Pangeran dari Barus.
Sultan Alam terkesima mendengar ceritaPohon Apel. Read more ... tersebut dan
segera setelah pertemuan selesai Sultan memanggil Sahabatnya si Elang Raja.
Elang Raja terbanglah engkau, carilah seorang bocah bernama Nabang si penunggang
paus, saya ingin bertemu dengannya, perintah Sultan kepada Elang Raja.
Maka terbanglah si Elang Raja menunaikan perintah sang Sultan. Keesokan harinya
saat matahari mulai terbit di depan Istana Alam berdiri seorang bocah kurus
berperawakan tinggi dengan seruling yang menggelantung di dadanya.
Hamba diminta menghadap Sultan Alam yang Perkasa, raja dari raja-raja Negeri
Andalas, Jelas seorang bocah tersebut kepada pengawal Istana.
Kemudian pengawal istana membawa bocah tersebut kedalam istana untuk menghadap
sang Sultan yang semalaman tidak bisa tidur memikirkan malapetaka yang menimpa
sahabatnya raja penyu.
Engkaukah Nabang si penunggang paus?, tanya Sultan penasaran.
Benar tuanku, hamba bernama Nabang yang paduka maksud, jawab bocah itu.


Nyanyikanlah sebuah lagu untukku, pinta Sultan.
Hamba hanya menyanyikan lagu kesedihan Paduka Tuannku, tambah Nambang.
Ya, saya ingin mendengarkannya, pinta Sultan Alam.
Kemudian bocah tersebut mulai meniup serulingnya, Sultan dan orang-orang di
istana yang mendengar alunan seruling tersebut seketika mengalirkan air mata
merasakan kesedihan yang mendalam dari alunan seruling tersebut. Setelah selesai
mengalunkan sebuah lagu dengan serulingnya bocah tersebut bertanya, Tuangku
Sultan Alam yang Perkasa, raja dari raja-raja negeri Andalas, apakah yang paduka
inginkan dari hamba sehingga paduka meminta hamba menghadap paduka?
Ananda Nabang si penunggang paus, sahabatTama Sahabatku. Read more ... saya
Raja Si Meulu, Raja penyu dari Negeri Penyu, telah datang menceritakan
malapetakan yang mereka alami, seekor naga raksasa bernama Smong telah menyerang
pulau mereka, naga Smong tersebut memangsang penyu-penyu tersebut, terang Sultan
Alam.
Nabang si penunggan paus mendengar dengan seksama.
Tiada laksamana kesultanan yang berani menghadapinya, saya ingin mengangkat
seorang laksaman untuk menghadapi naga Smong tersebut, seorang putra dari
laksaman pemberani dari negeri Barus, Nabang si penunggang paus, Sultan
menjelaskan maksudnya.
Sebuah kapal besar lengkap dengan peralatan perang dan pasukan angkatan laut
pilihan sudah kami siapkan untuk Ananda laksamana, jelas panglima perang
kesultanan Alam.
Nabang si penunggang paus masih terkesima tidak terucap sepatah katapun, hingga
akhirnya dia tersedar dan berkata, Sultan Alam yang perkasa, tiada makhluk yang
mampu mengalahkan naga Smong tersebut, hamba tidak perlu kapal dan pasukan
karena akan sia-sia, biarlah hamba pergi sendiri menjalankan perintah tuanku.
Setalah memberi penghormatan kepada Sultan Alam, Nabang si penunggang paus pergi
meninggalkan istana menuju pantaiRumah Baru Untuk Riri. Read more ... sambil
meniup seruling dengan alunan kesedihan.
Keesokan harinya terjadilah perkelahian yang dasyat di samudra dekat pula penyu,
negerinya Raja penyu Si Meulu, seorang bocah yang menunggangi ikanSahabat Untuk
Gabus. Read more ... paus raksasa bertarung melawan naga raksasa. Beberapa kali
bocah tersebut terlempar dari punggung ikan paus yang terpukul oleh ekor naga
dan juga beberapa kali naga terjerebah ke dasar samudra terkena serudukan ikan
paus. Pertarungan yang dasyat tersebut sepertinya akan dimenangkan oleh naga
Smong, ikan paus sahabat si Nabang sudah terhuyung-huyuh dan jatuh kedasar
samudra sedangkan naga smong terus menyerangnya. Saat melihat sahabatnya jatuh
kedalam samudra, si Nabang mengambil serulingnya dan meniupkan alunan sedih,
tanpa diduga naga yang mendengar alunan seruling tersebut menjadi tenang dan
berhenti menyerang ikan paus dan tak lama kemudian tertidur pulas, setiap
seruling itu berhenti mengalun naga Smong tersebut akan terbangun, maka ditiup
lagi seruling itu oleh si Nabang. Kemudian ikan paus sahabat si Nabang mendorong
naga Smong yang tertidur itu kedasar samudra dan mengurungnya didalam celah
didasar samudra.
Keesokan harinya, Elang Raja datang menemui Sultan Alam, Tuanku Sultan Alam,
hamba membawa pesan dari laksamana Nabang si penunggang paus, bahwa dia sudah
menyelesaikan tugasnya dan sudah mengurung Smong si naga raksasa tersebut di
dasar samudra,
Sultan Alam gembira sekali mendengar berita dari Elang Raja.
Paduka Tuanku, laksaman Nabang si penunggan paus, juga meminta kepada Tuanku
Sultan Alam menyampaikan kepada rakyat seluruh negeri Andalas apabila suatu hari
nanti naga raksasa tersebut terbangun, dia akan mengamuk sehingga bumi
bergoncang kuat maka mintalah rakyat untuk mengungsi ke tempat yang lebih
tinggi, naga Smong akan menghisap air laut hingga surut lalu dia akan
menghamburkannya sehingga air laut bergelombang tinggi akan menyapu daratan.
Kemudian naga Smong akan tertidur lagi untuk mengumpulkan tenanganya dan akan
terbangun lagi untuk menggoyang dasar samudra tempat dia dikurung, Jelas Elang
Raja.
Maka sejak itu Nabang si penunggang paus menetap di pulau penyu bersama Raja
penyu Si Meulu dan rakyatnya, menjaga pulau tersebut dari amukan gelombang
raksasa yang sekali-sekali menyerang pulau Si Meulu.
Apabila terjadi gempa besar dan air laut surut maka orang-orang dipulau Simeulu
akan berteriak SMONG!, SMONG!, SMONG!, untuk mengingatkan orang-orang akan
datangnya gelombang tinggi dari laut (tsunami).




You may view the latest post at
http://cerita.biz/

Best regards,
Cerita
http://cerita.biz

No comments:

Post a Comment